melakukan perbaikan dan setting ulang koneksi jaringan berbasis luas 3
Melakukan Perbaikan dan Setting Ulang Koneksi Jaringan Berbasis Luas (WAN)
Mempersiapkan Perbaikan Konektifitas Jaringan pada PC yang Bermasalah
Persiapan
untuk melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer client
yang bermasalah harus terlebih dahulu mengetahui peralatan-peralatan
yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam jaringan tersebut. Selain
peralatan dalam proses perbaikan konektifitas kita juga harus mengetahui
jenis topologi jaringan yang digunakan oleh komputer client tersebut.
Hal ini dilakukan agar dalam proses persiapan dan proses perbaikan kita
tidak menggunakan sistem trial and error yang berarti kita hanya
mencoba-coba saja tanpa mengetahui permasalahan yang dihadapi
sebenarnya.
1. Persiapan Perbaikan Konektivitas pada Jaringan dengan Topologi Bus
Topologi
Bus merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial dengan
menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan.
Topologi bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup.
Karakteristik topologi Bus adalah:
§ merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node.
§ Paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi
§ Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi
collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
collision (tabrakan data atau tercampurnya data).
§ Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti
Persiapan
yang dilakukan adalah dengan mempersiapkan peralatannya. Peralatan atau
bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi Bus adalah:
a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
Sebuah
kartu jarinagn (LAN Card) yang terpasang pada slot ekspansi pada sebuah
motherboard komputer server maupun workstation (client) sehingga
komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan. Dilihat dari jenis
interface-nya pada PC terdapat dua jenis yakni PCI dan ISA.
b) Kabel dan konektor
Kabel
yang digunakan untuk jaringan dengan topologi Bus adalah menggunakan
kabel coaxial. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari
cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical
inteference
(berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.
Jenis kabel coaxial diantaranya kabel TV (kabel Antena), thick coaxial dan thin coaxial kecepatan transfer rate data maximum 10 mbps.
Kabel
Coaxial atau kabel RG-58 atau kabel 10base2 memiliki jangkauan antara
300 m dan dapat mencapai diatas 300m dengan menggunakan repeater.
Konektor yang digunakan dalam jaringan Topologi Bus adalah dengan
menggunakan konektor BNC. Konektor BNC ada 3 jenis yakni:
§ Konektor BNC Konektor BNC yang dipasangkan pada ujung-ujung kabel coaxial.
§ TerminatorBNC Konektor BNC dipasangkan pada ujung-ujung Jaringan dengan Topologi Bus yang memiliki nilai hambatan 50 ohm.
§ TBNC
Adalah konektor yang dihubungkan ke kartu jaringan (LAN Card) dan ke
Konektor BNC ataupun ke terminator untuk ujung jaringan.
2. Persiapan Perbaikan konektifitas pada Jaringan dengan topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node pusat/ sentral sebagai konselor.
Topologi
ini banyak digunakan di berbagai tempat karena memudahkan untuk
menambah, megurangi dan mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Panjang
kabel tidak harus sesuai (matching). Kerugian terjadi pada panjang kabel
yang dapat menyebabkan (loss effect) karena hukum konduksi, namun semua
itu bisa diabaikan.
Karateristik topologi Star adalah:
§ Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
§ Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
§ Keunggulan
jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node
tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain
Persiapan yang harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatannya.
Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk jaringan dengan Topologi
Star adalah:
a) Kartu Jaringan (Network Interface Card/ LAN Card)
jaringan menggunakan topologi star menggunakan kartu jaringan
jenis PCI.
1. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor BNC dan RJ45
2. Kartu jarinagn (LAN Card) PCI dengan konektor RJ 45
b) Kabel dan Konektor
Kabel
yang digunakan dalam Jaringan dengan topologi star adalah UTP
(Unshielded Twisted Pair). Umumya di Indonesia warna kabel yang terlilit
adalah (orangeputih
orange), (hijau-putih hijau), (coklat-putih coklat) dan (biruputihbiru).
engujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang digunakan, IP Address, Subnet mask dan kecepatan akses perbayte serta informasi yang hilang (lost) dalam pengiriman data. pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasitentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas jaringan.
Memperbaiki Konektifitas Jaringan pada PC
Perbaikan
konektifitas merupakan tindakan untuk memperbaiki atau menghubungkan
komputer client dengan komputer jaringan. Tindakan yang dilakukan adalah
termasuk pemasangan dan konfigurasi ulang perangkat yang diganti.
Tindakan perbaikan konektifitas jaringan melalui beberapa tahap yakni:
1) Pemasangan Kartu Jaringan (LAN Card) pada Motherboard
Pemasangan Kartu jaringan pada motherboar disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki apakah menggunakan model ISA atau PCI.
Kartu
jaringan model ISA tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan
sebaliknya. Jadi pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot
ekspansinya. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama maka
mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan
kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut
tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong. Karena apabila anda
memindah komponen yang sudah ada maka saat menghidupkan komputer windows
akan mendeteksi ulang pada seluruh komponen sehingga akan melakukan
inisialisasi ulang ini terjadi pada windows 98, Windows 2000 dan windows
XP.
2) Pemasangan Kabel pada Konektor
§ Pemasangan Kabel Coaxial dan Konektor BNC
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati
Pemasangan Kabel Coaxial dan konektor BNC harus dilakukan dengan hati-hati
§ jangan
sampai terjadi short atau hubung singkat karena dapat menyebabkan kabel
yang kita buat membuat sistem jaringan menjadi down. Pengecekan apakah
kabel tersebut dalam kondisi yang baik atau tidak putus ditengah juga
harus dilakukan karena ini juga sebagai antisipasi supaya tidak terjadi
kegagalan konektifitas. Pengecekan dapat dilakukan dengan multimeter
pada kedua ujung apakah ada short atau putus tidak. Jika tidak ada maka
dapat dilakukan penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC. Setelah
selesai penyambungan Kabel Coaxial pada konektor BNC harus di cek lagi
apakah ada short atau putus dalam kabel tersebut dengan menggunkan
multimeter.
§ Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pemasangan Kabel UTP dan Konektor RJ 45 untuk jaringan susunan kabel harus dilakukan standarisasi dengan tujuan untuk mempermudah dalam penambahan jaringan baru tanpa harus melihat susunan yang dipakai jika telah menggunakan standarisasi pengurutan kabel UTP ke konektor RJ 45.
Pengkabelan menggunakan Kabel UTP terdapat dua metode yaitu:
1. Kabel Lurus (Straight Cable)
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
Kabel lurus (Straight Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya adalah sama. Kabel lurus (Straight Cable) digunakan untuk menghubungkan antar workstation (Client) dengan Hub/Switch.
2. Kabel Silang (Crossover Cable)
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.
Kabel Silang (Crossover Cable) adalah sistem pengkabelan antara ujung satu dengan yang lainnya saling disilangkan antar pengiriman (Transmiter) data dan penerima (Resiver) data. Kabel pengiriman data ujung satu akan diterima oleh penerima data pada ujung kedua begitupula sebaliknya penerima data satu merupakan pengirim data ujung kedua. Kabel Silang (Crossover Cable) digunakan untuk menghubungkan Hub/Switch dengan Hub/Switch atau antar dua komputer tanpa menggunakan hub.
3) Seting konfigurasi (penginstalan driver kartu jaringan, pemilihan Protocol, Pengisian IP Address, subnet mask dan workgroup.
Apabila
secara hardware semua telah terpasang dengan baik maka langkah
selanjutnya adalah konfigurasi secara software yang dapat dilakukan
dengan cara:
a) Penginstallan Driver Kartu Jaringan (LAN Card)
Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel
Penginstalan driver dilakukan apabila kartu jaringan belum terdeteksi dikarenakan tidak suport Plug and Play (PnP). Hal ini disebabkan karena driver dari sistem operasi (98/Me) yang digunakan tidak ada sehingga memerlukan driver bawaan dari kartu jaringan tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara:
Klik start pada windows 98/me >> setting >> Control Panel
b) Pemilihan Protocol
Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:
Biasanya setelah melakukan instalasi kartu jaringan (LAN Card) dengan baik secara otomatis akan memasukkan protocol TCP/IP dikotak dialog tersebut ( Gambar 21) namun apabila belum maka dapat dilakukan cara-cara berikut:
c) Pengisian IP Address dan Subnetmask
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.
IP Address merupakan alamat komputer yang unik dalam sistem jaringan. Karena dalam sistem jarigan yang dituju adalah IP Address sehingga jika terjadi IP Address yang sama maka kedua komputer cross penggunaan alamat yang sama.
Kelas Alamat IP Address
IP
Address dikelompokkan menjadi lima kelas; Kelas A, Kelas B, Kelas C,
Kelas D, dan Kelas E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah pada
ukuran dan jumlahnya. IP Kelas A dipakai oleh sedikijaringan, tetapi
jaringan ini memiliki jumlah host yang banyKelas C dipakai untuk banyak
jaringan, tetapi jumlah host sedikit, Kelas D dan E tidak banyak
digunakan. Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
§ Field NetId; alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer dihubungkan
§ Field HostId; alamat device logical secara khusus digunakan untuk mengenali masing-masing host pada subnet.
d) Pemilihan Workgroup
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.
Pemilihan workgroup untuk menentukan kelompok mana yang kita hubungai. Workgroup dapat juga disebut nama Jaringan yang ada jadi untuk masuk sistem harus menuju ke nama jaringan yang dituju apabila tidak maka juga tidak masuk dalam sistem jaringan tersebut.
Tindakan yang dilakukan setelah konfigurasi sistem selesai dapat dilakukan tindakan akhir yakni:
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
1) Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan
2) Pengujian konektifitas jaringan
3) Pembuatan laporan hasil perbaikan pekerjaan yang telah
dilakukan
dilakukan
Dengan
tindakan-tindakan tersebut diatas diharapkan perbaikan konektifitas
dapat teruji dan handal sehingga tidak menggangu jaringan yang telah
ada. Tindakan-tindakan yang harus dilakukan untuk mengetahui apakah
konektifitas yang telah dilakukan berhasil dapat dilakukan dengan cara:
A.
Pemeriksaan ulang konfigurasi jaringan Pemeriksaan ulang konektifitas
jaringan merupakan tindakan pengecekan ulang kembali dari proses paling
awal yakni:
a) Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) apakah telah terpasang dengan baik atau tidak
b) Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open,
c) Pemasangan konektor tidak longgar
d) Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan.
Apabila semua telah terpasang dengan baik dan benar maka langkah selanjutnya adalah pengujian konektifitas jaringan.
B. Pengujian konektifitas jaringan
Pengujian
atau pengetesan jaringan dilakukan untuk mengetahui apakah komputer
yang kita konektifitaskan telah berhasil masuk dalam sistem jaringan
yang dituju.
Dalam menu network tersebut kita gunakan Fine Computer dimana kita akan
melakukan pencarian berdasarkan nama komputer yang ada dalam jaringan
saat penentuan identification pada saat penentuan workgroup.
Pada dialog find computer kita mencari berdasarkan nama komputer yang
dicari. Hasil pencarian akan ditampilkan berupa daftar komputer yang
telah sesuai dengan nama yang kita masukkan.
Cara pengujian hasil koneksi jaringan dapat pula dilakukan dengan cara
double klik pada icon Network Neighborhood akan didapatkan daftar nama
komputer yang telah masuk dalam jaringan sampai saat pengaksesan
tersebut.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah komputer
tersebut telah terhubung dengan jaringan adalah dengan masuk pada
windows explorer disana akan memberikan informasi secara lengkap.
Pengujian dapat pula dilakukan dengan menggunakan Ms Dos untuk melihat
konfigurasi pada TCP/IP. Pada windows Ms Dos ketikkan
C:>IPCONFIG/ALL (IP Configuration)
IPCONFIG
(IP Configuration) memberikan informasi hanya pengalamatan TCP/IP pada
konputer tersebut saja. Dari gambar tersebut bahwa komputer tersebut
memiliki nomor IP Addres adalah 10.1.1.7 dan Subnet Masknya adalah
255.255.255.0 Untuk informasi yang lebih lengkap dapat juga dilakukan
dengan mengetikkan pada Ms Dos adalah C:> IPCONFIG/ALL|MORE.
Dari tampilan IPCONFIG secara keseluruhan (all) dapat diperoleh informasi bahwa :
a) Host Name (Nama Komputer) adalah Komp_7
b) Diskripsi Kartu jaringannya adalah menggunakan Realtek
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
RTL8029(AS) jenis Eternet Adapter.
c) Physical Adapter adalah 00-02-44-27-25-73
d) IP Addres adalah 10.1.1.7
e) Subnet Masknya adalah 255.255.255.0
Untuk mendeteksi apakah hubungan komputer dengan jaringan sudah
berjalan dengan baik maka dilakukan utilitas ping. Utilitas Ping
digunakan untuk mengetahui konektifitas yang terjadi dengan nomor IP
address yang kita hubungi.
Perintah ping untuk IP Address 10.1.1.1, jika kita lihat ada respon
pesan Replay from No IP Address 10.1.1.1 berarti IP tersebut memberikan
balasan atas perintah ping yang kita berikan. Diperoleh Informasi berapa
kapasitas pengiriman dengan waktu berapa lama memberikan tanda bahwa
perintah untuk menghubungkan ke IP Address telah berjalan dengan baik.
Apabila alamat yang dihubungi tidak aktif atau tidak ada maka akan
ditampilkan data Request Time Out (IP Address tidak dikenal).
Berarti komputer tersebut tidak dikenal dalam sistem jaringan, atau
sedang tidak aktif. Setelah melakukan pengujian pada sistem jaringan
setiap komputer telah dapat terhubung dengan baik. Sistem jaringan
tersebut dapat digunakan untuk sharing data ataupun printer, modem
(Internet) dan sebagainya.
Sharing dimaksudkan untuk membuka jalan untuk komputer client lain
mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akan disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing.
Dengan sharing sistem jaringan dapat menggunakan 1 unit printer untuk
mencetak data dari setiap komputer client sehingga memotong ongkos biaya
untuk pembelian printer yang banyak.
Komentar
Posting Komentar