sistem keamanan jaringan 4
Artikel Keamanan Jaringan
Keamanan jaringan (Bahasa
Inggris: Network Security) dalam jaringan komputer sangat penting
dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalahgunaan
sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan jaringan dikontrol
oleh administrator jaringan.
Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam komputer security, komputer dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu: Availability, Confidentiality, Data Integrity, Control, Audit (Availability).
Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam komputer security, komputer dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu: Availability, Confidentiality, Data Integrity, Control, Audit (Availability).
- Privacy : adalah sesuatu yang bersifat rahasia (private). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak diakses oleh orang yang tidak berhak.
- Confidentiality : merupakan data yang diberikan ke pihak lain untuk tujuan khusus tetapi tetap dijaga penyebarannya.
- Integrity : penekanannya adalah sebuah informasi tidak boleh diubah kecuali oleh pemilik informasi. Terkadang data yang telah terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan chapertext dari enkripsi tersebut berubah.
- Autentication : ini akan dilakukan sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan passwordnya. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau tidak.
- Audit (Availability) : aspek ini berkaitan dengan apakah sebuah data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau informasi terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut.
Serangan Terhadap Keamanan Sistem Informasi
Security attack / serangan terhadap
keamanan sistem informasi, dapat dilihat dari sudut peranan komputer /
jaringan komputer yang fungsinya adalah sebagai penyedia informasi. Ada
beberapa kemungkinan serangan (attack) :
• Interruption : Perangkat sistem menjadi
rusak / tidak tersedia. Serangan ditujukan kepada ketersediaan
(availability) dari sistem. Contoh serangan adalah “denial of service
attack”.
• Interception : Pihak yang tidak
berwenang berhasil mengakses aset / informasi. Contoh dari serangan ini
adalah penyadapan (wiretapping).
• Modification : Pihak yang tidak
berwenang tidak saja berhasil mengakses, akan tetapi dapat juga mengubah
(tamper) aset. Contoh dari serangan ini antara lain adalah mengubah isi
dari web site dengan pesan-pesan yang merugikan pemilik web site.
• Fabrication : Pihak yang tidak
berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contoh dari serangan
jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu seperti e-mail palsu ke
dalam jaringan komputer. Dasar-dasar (principles) dan teori-teori yang
digunakan untuk pengamanan sistem informasi misalnya berupa kriptografi
dan enkripsi (baik dengan menggunakan private-key maupun dengan
menggunakan public-key).
Klasifikasi Kejahatan Komputer
Kejahatan komputer dapat digolongkan
kepada yang sangat berbahaya sampai ke yang hanya mengesalkan
(annoying). Berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan
menjadi empat, yaitu :
1. Keamanan yang bersifat fisik (physical
security) : termasuk akses orang ke gedung, peralatan dan media yang
digunakan. Misalnya pernah diketemukan coretan password / manual yang
dibuang tanpa dihancurkan, Wiretapping / hal-hal yang berhubungan dengan
akses ke kabel / komputer yang digunakan, Denial of service, yaitu
akibat yang ditimbulkan sehingga servis tidak dapat diterima oleh
pemakai. Denial of service dapat dilakukan misalnya dengan mematikan
peralatan / membanjiri saluran komunikasi dengan pesan-pesan (yang dapat
berisi apa saja karena yang diutamakan adalah banyaknya jumlah pesan).
Beberapa waktu yang lalu ada lubang keamanan dari implementasi protokol
TCP/IP yang dikenal dengan istilah Syn Flood Attack, dimana sistem
(host) yang dituju dibanjiri oleh permintaan sehingga menjadi terlalu
sibuk dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem (hang).
2. Keamanan yang berhubungan dengan orang
(personel) : termasuk identifikasi dan profil resiko dari orang yang
mempunyai akses (pekerja). Seringkali kelemahan keamanan sistem
informasi bergantung kepada manusia (pemakai dan pengelola). Ada sebuah
teknik yang dikenal dengan istilah “social engineering” yang sering
digunakan oleh kriminal untuk berpura-pura sebagai orang yang berhak
mengakses informasi.
3. Keamanan dari data dan media serta
teknik komunikasi (communications). Yang termasuk di dalam kelas ini
adalah kelemahan dalam software yang digunakan untuk mengelola data.
Seorang kriminal dapat memasang virus / trojan horse sehingga dapat
mengumpulkan informasi (seperti password) yang semestinya tidak berhak
diakses.
4. Keamanan dalam operasi : termasuk
prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan dan
juga termasuk prosedur setelah serangan (post attack recovery).
Dasar-dasar (principles) dan teori-teori yang digunakan untuk
pengamanan sistem informasi misalnya berupa kriptografi dan enkripsi
(baik dengan menggunakan private-key maupun dengan menggunakan
public-key).Kriptografi (cryptography)
merupakan ilmu dan seni untuk menjaga
pesan agar aman. “Crypto” berarti “secret” (rahasia) dan “graphy”
berarti “writing”. Para pelaku / praktisi kriptografi disebut
cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm)
disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk
proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk
enkripsi dan dekripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup
erat. Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut
plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah
enkripsi (encryption). Ciphertext adalah pesan yang sudah tidak dapat
dibaca dengan mudah. Terminologi yang lebih tepat digunakan adalah
“encipher”. Proses sebaliknya, untuk mengubah ciphertext menjadi
plaintext, disebut dekripsi (decryption). Terminologi yang lebih tepat
untuk proses ini adalah “decipher”. Cryptanalysis adalah seni dan ilmu
untuk memecahkan ciphertext tanpa bantuan kunci. Cryptanalyst adalah
pelaku atau praktisi yang menjalankan cryptanalysis.
Enkripsi
Enkripsi digunakan untuk menyandikan
data-data / informasi sehingga tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak
berhak. Dengan enkripsi, data disandikan (encrypted) dengan menggunakan
sebuah kunci (key). Untuk membuka (decrypt) data tersebut digunakan juga
sebuah kunci yang dapat sama dengan kunci untuk mengenkripsi (untuk
kasus private key cryptography) / dengan kunci yang berbeda (untuk kasus
public key cryptography). Gambar dibawah ini menunjukkan contoh proses
enkripsi dan dekripsi dengan dua kunci yang berbeda.
Enkripsi Secara matematis, proses atau fungsi enkripsi (E) dapat dituliskan sebagai : E (M) =C, dimana : M adalah plaintext (message) dan C adalah ciphertext. Proses atau fungsi dekripsi (D) dapat dituliskan sebagai : D (C) = M
Algoritma dari Enkripsi dan Dekripsi.
Algoritma dari enkripsi adalah
fungsi-fungsi yang digunakan untuk melakukan fungsi enkripsi dan
dekripsi. Algoritma yang digunakan menentukan kekuatan dari enkripsi,
dan ini biasanya dibuktikan dengan basis matematika.
Kunci yang digunakan dan panjangnya kunci.
Kekuatan dari penyandian bergantung
kepada kunci yang digunakan. Beberapa algoritma enkripsi memiliki
kelemahan pada kunci yang digunakan. Untuk itu, kunci yang lemah
tersebut tidak boleh digunakan. Selain itu, panjangnya kunci, yang
biasanya dalam ukuran bit, juga menentukan kekuatan dari enkripsi. Kunci
yang lebih panjang biasanya lebih aman dari kunci yang pendek. Jadi
enkripsi dengan menggunakan kunci 128-bit lebih sukar dipecahkan dengan
algoritma enkripsi yang sama tetapi dengan kunci 56-bit. Semakin panjang
sebuah kunci, semakin besar keyspace yang harus dijalani untuk mencari
kunci dengan cara brute force attack atau coba-coba karena keyspace yang
harus dilihat merupakan pangkat dari bilangan 2. Jadi kunci 128-bit
memiliki keyspace 2 128 , sedangkan kunci 56-bit memiliki keyspace 2 56 .
Artinya semakin lama kunci baru bisa ketahuan.

Komentar
Posting Komentar